Apa itu Textile KNOWLEDGE?

Kenali kami lebih dekat

Bahaya Limbah NaOH

NaOH yang sering digunakan industri untuk berbagai keperluan ternyata berpotensi cemari lingkungan.

Spinning Proces/Proses Pemintalan Serat

Proses pemintalan lengkap, serat Cotton maupun Sintetis dari serat hingga kain

Macam macam bahan Tekstil, Jenis serat dan Sifat bahan

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula material tesktil

Jenis, Definisi dan Aplikasi Benang

Produk tekstil dibuat dengan cara dan hasil berbeda-beda sesuai treatmentnya.

Tuesday, 13 November 2012

Fiber Identification / Identifikasi Serat



  
Fiber Identification

Dengan makin berkembangnya tekstil serat tekstil buatan jumlah jenis serat yang digunakan dalam pertekstilan makin banyak, bahkan pada beberapa jenis serat telah dikembangkan untuk meningkatkan mutunya.

Pada akhir-akhir ini banyak bahan tekstil yang dibuat dari campuran dua macam serat atau lebih, dengan tujuan untuk menignkatkan mutu atau mendapatkan sifat-sifat tertentu pada kain. Karena jenis dan kadar serat dalam tekstil mempengaruhi sifat kain dan harganya, maka jenis dan kadar serat dalam tekstil perlu diketahui dengan tepat. Oleh karena itu cara identifikasi dan analisa serat tekstil pada bahan tekstil sangat penting. Apalagi jika keterangan yang tertera pada suatu bahan tekstil tidak selalu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Identifikasi serat didasarkan terutama beberapa sifat khusus dari suatu serat, yaitu : morfologi, sifat kimia atau sifat fisikanya.

Pada umumnya identifikasi serat dilakukan menurut beberapa cara, terutama pengamatan dengan mikroskop dan cara kimia, untuk mendapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada serat alam, morfologi serat menunjukkan suatu bentuk dengan perbedaan yang besar antara satu dengan yang lainnya. Ini disebabkan karena serat tersebut ditentukan oleh jenis tanaman dan jenis hewannya. Karena itu morfologi serat dari serat alam sangat menentukan dalam identifikasi seratnya.

Sebaliknya sifat kimia serat alam perbedaannya sangat kecil, karena serat tersebut selalu tersusun oleh selulosa atau protein. Pada serat buatan, yang lebih memegang peranan adalah sifat kimia dan sifat fisikanya.

Urutan proses identifikasi yang umum dilakukan ialah pengujian dengan :
                      1. Cara mikroskopik
         2. Cara pelarutan
            3. Cara pembakaran

Dalam praktek identifikasi serat biasanya tidak seluruh urutan proses tersebut dilakukan, karena dengan sebagian cara pengujian sudah dapat ditentukan dengan pasti jenis serat yang diperiksa.

Pre-Treatment / Persiapan Proses Pencelupan dan Pencapan





Adapun yang dimaksud dengan persiapan pencelupan dan pencapan adalah cara-cara mempersiapkan bahan yang akan dilakukan pencelupan maupun pencapan.

Pada Persiapan ini meliputi membuka dan menumpuk kain yaitu membuka kain dalam bentuk gulungan kemudian ditumpuk di atas palet, penyambungan kain yaitu menyambung kain antar gulungan dengan mesin obras, pemeriksaan kain yaitu pemeriksaan terhadap kain grey untuk mengetahui panjang dan lebar kain, cacat kain dan kotoran lainnya.

Monday, 12 November 2012

Metode Staple spinning Processes:


Mesin Tekstil
  1.  Conventional ring spinning
  2.  Open end spinning or rotor spinning
  3.  Friction spinning
  4.  Self twist spinning
  5.  Electrostatic spinning
  6.  Vortex spinning
  7.  Air-jet spinning
  8.  Twist less spinning (Tw)

Proses dasar manufaktur pemintalan serat staple, awalnya adlah Serat mentah tiba di sebuah pabrik pemintalan sebagai massa terkompresi (ball) yang  melalui proses pencampuran/blending atau mexing, pembukaan/opening dan pembersihan/cleaning /pembersihan serat. Pencampuran dilakukan untuk memperoleh keseragaman kualitas serat. Membuka dilakukan untuk mengurai serat dari gumpalan-gumpalan akibat proses pengepakan/kemasan (ball). Pembersihan diperlukan untuk memisahkan  kotoran-kotoran seperti , daun, dan setiap biji ,sisa-sisa kotoran bekas kemasan (plastic,tali ravia,kertas,logam dll). Blowing adalah mesin proses untuk melakukan pembukaan (opening) yaitu membuka serat-serat dari gumpalan serat   menjadi serat yang relative terurai satu denga yang lain ,proses ini dibarengi dengan proses pembersihan (cleaning) Sekarang serat disebut 'Lap'. Selanjutnya ke mesin Carding adalah proses meluruskan awal yang menempatkan serat menjadi paralel memanjang sejajar satu dengan yang lainnya . Hal ini membuat massa  serat yang relatif masih kusut teruraikan dan cetakan menjadi tali bulat seperti massa disebut 'Sliver'. Selanjutnya mengalami perangkapan 8 s/d 12 sliver di proses mesin drawing dan bahan mengalami peregangan sehingga bahan akan diluruskan kembali ,sedangkan maksud perangkapan sliver untuk memperbaiki kerataan panjang serat. Output mesin ini  dapat  berbentuk  sliver lagi untuk input mesin Drawing II ( untuk benang cardet) ataupun dalam bentuk web yang tergulung dalam bom yang akan menjadi input pada mesin combing (untuk benang combet), Proses menyisir serat kembali untuk memisahkan serat panjang dari serat-serat pendek sehingga kualitas lebih baik karena benang stapel lebih kuat, kain halus dan lebih bersih. Output mesin ini berbentuk sliver.Proses selanjutnya sliver akan diproses pada mesin Flyer dan akhirnya diselesaikan di mesin Ring spinning, tujuan proses pada ke dua mesin ini sama melakukan penarikan/drafting, antihan/twisting dan penggulungan/winding.