Apa itu Textile KNOWLEDGE?

Kenali kami lebih dekat

Bahaya Limbah NaOH

NaOH yang sering digunakan industri untuk berbagai keperluan ternyata berpotensi cemari lingkungan.

Spinning Proces/Proses Pemintalan Serat

Proses pemintalan lengkap, serat Cotton maupun Sintetis dari serat hingga kain

Macam macam bahan Tekstil, Jenis serat dan Sifat bahan

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula material tesktil

Jenis, Definisi dan Aplikasi Benang

Produk tekstil dibuat dengan cara dan hasil berbeda-beda sesuai treatmentnya.

Monday, 6 May 2013

Serat Kapas / Cotton Fiber


          


Gambar 01 : Serat Kapas


Jenis Tanaman Kapas
          
Serat kapas dihasilkan dari rambut biji tanaman jenis Gossypium. Ada 4 macam jenis Gossypium, yaitu :

- Gossypium Arboreun (dari India)
- Gossypium Herbaceum (tidak diketahui)
- Gossypium Barbadence (dari Peru)
- Gossypium Hirsutum (dari Mexico, Amerika dan Kepulauan Hindia)

Penanaman, Pertumbuhan dan Pemetikan Kapas     

Sebelum ditanam sebagai tanaman industri, kapas merupakan tumbuhan semak yang hidup didaerah tropik, berbentuk piramida dengan tinggi 1-2 meter. Didalam perkebunan kapas ditanam dengan bentuk barisan, dengan jarak 1 meter, dengan 2-6 tanaman setiap barisnya.

Pertumbuhan kapas sangat dipengaruhi oleh susunan, iklim, suhu, dan pemeliharaannya. Pertumbuhan kapas memerlukan panas sekitar 6-7 bulan cuaca panas, dengan suhu yang baik antara 15-300C.

Penanaman biasanya dilakukan pada pertengahan bulan April. Biji yang ditanam akan tumbuh setelah + 15 hari. 21/2 bulan kemudian (Juni) tanaman akan mulai berbungan, terus berbungan selama 2 - 21/2 bulan lamanya (Agustus). Setelah berbunga maka akan tumbuh buah, buah ini akan terus membesar, sampai besar maksimum pada 17-20 hari berikutnya, saat besar maksimum ini pulan serat-serat yang tumbuh pada biji kapas mencapai panjang maksimum. Kemudian bunga dengan biji kapas didialamnya itu akan menjadi dewasa dan akan membuka pada waktu 45-50 hari sesudahnya. Biasanya buah akan membuka pada pertenghana – akhir September. Serat tumbuhu menutupi seluruh biji kapas (satu buah kapas mengandung + 20 biji kapas).

Pemetikan kapas dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemetikan secara tradisional dan pemetikan menggunakan mesin. Pemetikan secara tradisional adalah pemetikan menggunakan tangan, dilakukan sebelum seluruh buah kapas membuka dan sisanya dilanjutkan menggunakan mesin.

Pemetikan secara tradisional menghasilkan kapas yang putih dan bersih dibandingkan menggunakan mesin, karena pemetikan menggunakan mesin mempunyai beberapa kerugian-kerugian diantaranya :

- kapas yang dipanen sering berbeda-beda tingkat pertumbuhannya, jika dipanen dengan mesin, itu berarti pemanenan secara serentak. Sehingga kerugiannya adalah kedewasaan serat yang tidak seragam

- banyak batang-batang dan daun-daun yang akan menodai kapas

- daun dan ranting kapas akan tercampur dengan kapas dan menurunkan kualitas kapas

Adapun pemetikan secara tradisional juga mempunyai beberapa kekurangan, diantaranya proses pemetikan secara tradisional membutuhkan banyak tenaga, sehingga terkadang sebuah industri tekstil atau pegusaha kapas menilai proses pemanenan secara tradisional kurang efisien.

Pemisahan Serat Kapas

Sebelum serat kapas diproses menjadi benang, serat kapas terlebih dahulu harus dipisahkan dari biji dan kotoran-kotoran yang ikut bercampur dengan serat kapas saat pemanenan.

Pemisahan kapas dari bijinya ini disebut dengan proses Ginning. Proses Ginning meliputi beberapa pengerjaan, yaitu proses pengerigan, pembersihan kapas berbiji, pembersihan kapas dari bijinya dan pembersihan serat. Biji kapas yang telah dipisahkan dari serat bukanlah limbah, karena biji kapas ini bisa menghasilkan kapas jika diperas. Tidak hanya itu, ampas hasil pemerasan masih bisa digunakan untuk dijadikan makanan ternak atau pupuk. Dengan demikian tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.

Alat atau mesin yang digunakan untuk memisahkan kapas dari bijinya ada 2 jenis, yaitu jenis gergaji dan jenis rol.

Mesin pemisah jenis gergaji

Mesin ini memiliki 80-120 gergaji bulat dengan diameter 12-18 inci. Pemasangan gergaji diatur dengan posisi berjajar pada sebuah sumbu dengan jarak + ¾ inci. Gergaji tersebut menonjol diantara rusuk-rusuk, yang mana lubang antara gergaji dan rusuk-rusuk tersebut tidak bisa dilalui oleh biji kapas, sehingga denga pengerjaan seperti ini biji akan dipaksa lepas dari serat-serat kapas. Pada prinsipnya kapas berbiji ditekan pada gergaji-gergaji tersebut, serat kapas akan terbawa oleh gergaji-gergaji yang sedang berputar, adapun biji-biji kapas akan tertahan dan terlepas dari kapas hingga akhirnya terjatuh.

Proses tersebut menyebabkan serat-serat kapas melekat pada gigi-gigi gergaji, lalu Serat-serat yang melekat pada gigi-gigi gergaji bulat itu akan dipisahkan oleh sikat yang terletak dibelakang gergaji. Sikat ini berputar dengan kecepatan yang lebih besar dari pada kecepatan putaran gergaji. Dapat juga pemisahan serat-serat kapas melekat pada gigi-gigi gergaji menggunakan semprotan udara yang kuat, melalui peneymprot udara yang diletakan didekat gergaji.

Proses akhir pemisahan searat dari bijinya adalah penarikan serat-serat yang telah lepas dari gergaji oleh sikat atau udara, dengan cara menyedot/menghisapnya dan ditarik dengan udara yang kuat untuk disatukan ketempat penumpulan seart kapas.

Mesin pemisah jenis rol

Mesin pemisah ini terdiri dari rol kayu yang dilapisi kulit dengan permukaannya yang beralur dan dipasang dengan bentuk spiral mengelilingi rol. Dihadapan rol dipasang sebuah lempeng logam (pisau) yang tetap dan sebuah pisau lain yang dapat bergerak naik turun. Pisau yang tetap posisinya tegak lurus dihadapan rol, dengan ujung bawah segaris dengan pusat rol, sedangkan pisau yang bergerak naik turun berada dibawah pisau tetap.

Gerakan pisau yang naik turun akan melepaskan biji-biji dari serat kapas. Sedangkan serat-serat kapas akan terbawa oleh rol berputar yang ada didepannya ketempat pengumpulan serat. Adapun biji-biji serat kapas tidak bisa masuk melewati pisau tetap dan rol. Dengan demikian biji-biji serat kapas akan tertinggal dan kapas masuk ketempat pengumpulan serat.


Gambar 02 : Hasil Pemisahan Biji Kapas
Gulungan kapas ini kemudian akan diproses untuk dijadikan benang atau pakaian dalam industri-industri tekstil. Secara garis besar proses pengolahan Kapas atau Cotton ini dijelaskan pada gambar ini

Alur Proses Pengolahan Air Minum / Air Kran

Gambar 01; Utilitas Proses Pengolahan Air (Minum) 


Dari hasil laporan pada kunjungan pengolahan air di Unit Pengolahan Air FTSP UII, memberikan data sebagai berikut :

 1.   Sumber Air

Unit Pengolahan Air FTSP UII memiliki 2 sumur yang menjadi sumber mata air. Sumur tersebut masing-masing mempunyai kedalaman sedalam 80 meter. Air dari kedua sumur tersebut memiliki banyak kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn).

Kedua sumur tersebut disedot oleh dua pompa dengan kecepatan mesing-masing sebesar 7 liter/detik. Air yang disedot tersebut akan melalui dua pipa yang mengalirkan air ke proses selanjutnya yaitu Unit Airasi.

2.   Unit Airasi

Air yang masuk ke Unit Airasi pada awalnya masih berbentuk air yang menggumpal, layaknya air yang baru keluar dari pipa dengan tekanan tinggi. Kemudia di Unit Airasi ini akan diubah bentuknya menjadi air pecah atau air yang lebih individual seperti air hujan dengan cara melewatkannya pada Filter air yang ada di Unit Airasi. Tujuannya adalah agar kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada air akan diikat oleh Oksigen (O2) yang ada udara sekitar.Hal ini dimaksudkan agar proses penangkapapan kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) oleh larutan tawas pada air bisa berjalan dengan baik.

Pada Unit Airasi ini, ada dua pipa air yang masuk. Seperti yang telah disebutkan diatas tadi bahwa pipa Pertama adalah pipa yang menyuplai air dan yang kedua adalah pipa yang menyuplai Larutan Tawas PAC.

Larutan Tawas PAC diproduksi oleh Tabung Besar yang berada dalam ruang Operator. Larutan Tawas ini disuplai kedalam Unit Airasi menggunakan Pompa Dosing dengan kecepatan suplai 12 liter/jam. Larutan Tawas ini dimasukan kedalam Unit Airasi dengan maksud agar memangkap kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada air, agar nantinya kandungan-kandungan tersebut bisa diendapkan di Unit Pengendapan.

3.   Unit Pengendapan

Air yang telah melewati proses pemecahan air dan pencampuran air dengan tawas di Unit Airasi, selanjutnya dialirkan ke Unit Pengendapan dengan kecepatan air sebesar     7 liter/detik. Air yang keluar tersebut akan ditampung di Unit Pengendapan yang memiliki daya tampung sebesar 44m2.

Dalam unit pengendapan ini, air akan diendapkan kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn)-nya. Sehingga sebagian (tidak semua) kandungan-kandungan tersebut akan tertinggal didasar bak Unit pengendapan. Setelah proses pengendapan, air akan dialirkan melalui pipa dan dibantu menggunakan Pompa Dosing dengan kecepatan 12m2/jam. Air yang keluar dari Unit Pengendapan, selanjutnya dialirkan ke Unit Filter.

4.   Unit Filter

Air masuk kedalam Unit Filter dengan kecepatan 12m2/jam yang dialirkan ke 2 tabung besar yang ada di Unit Filter. Kedua tabung besar tersebut, masing-masing dilengkapi dengan penyaring Besi (Fe) dan Mangan (Mn) sebagai proses pemisahan kedua.

Dalam kedua tabung filter, air yang akan didistribusikan dipisahkan dari kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) sehingga pada dasar tabung akan terjadi pengendapan pasir. Setelah air melewati Unit Filter ini, air dianggap layak dan tidak berbahaya untuk digunakan, air akan dialirkan kedalam Unit Bak Reservair sebelum didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air dilingkungan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

5.   Bak Reservair

Air yang sudah melewati Unti Filter kemudian ditampung di Unit Bak Reservair. Bak ini mempunyai daya tampung 150 m2. Dari Bak Reservair inilah kemudian air akan didistribusikan keseluruh Gedung-gedung yang ada di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sejauh ini pengolahan air menggunakan metode ini mesih mampu memenuhi kebutuhan air yang dibutuhkan.

Metode, Type dan Quality Kontrol SPREADING


Gambar 01 : Mesin Spreading


Perusahaan garment adalah perusahaan yang memproses bahan baku kain menjadi pakaian jadi yang hasilnya akan dijual kepada konsumen. Dalam menghasilkan sebuah produk yaitu pakaian jadi, perusahaan garment harus mempunyai 3 aset yang paling utama yaitu bahan kain yang akan dibuat menjadi pakaian, mesin jahit, dan operator mesin jahit.
Industri garmen adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dalam industri garmen menghubungkan cara mengekspresikan diri, emosi dan identitas seseorang yang akan sangat dipengaruhi oleh budaya dan kehidupan social di masyarakat. Walaupun sudah menggunakan teknologi dan mesin-mesin yang canggih, industri garnen tetap membutuhkan pekerja yang sangat banyak dengan berbagai talenta dan kemampuan agar hasil produk sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam hal ini Biro Pusat Statistik membagi jenis usaha berdasarkan banyaknya jumlah  pekerja, yaitu :

1. Kerajinan rumah tangga, dg jumlah pekerja lebih kurang 3 org
2. Usaha kecil, dengan jumlah pekerja sebanyak 5-9 org
3. Usaha menengah, dengan jumlah pekerja sebanyak 20-99 org
4. Usaha besar, dg jumlah pekerja sebanyak lebih dari 100 org

Industri garmen sudah sangat jauh berkembang,biasanya mengunakan tenaga manusia untuk menhasilkan seutu produk, sekarang sudah menggunakan teknologi dan mesinmesin yang canggih. Dalam hal ini industri besarlah yang biasa menggunakan teknologi dan mesin-mesin dalam jumlah yang besar pula, guna membantu manusia menghasilkan produk yang lebih banyak.
Industri garmen sangat berkembang di Asia, terutama Cina. Tercatat sudah lebih dari 19 juta orang bekerja di bidang industri tekstil dan pakaian, 70% diantaranya adalah wanita. Produk-produk Cina sekarang ini sudah menguasai sebagian besar pasar di Indonesia. Selain inovasi yang terus berkembang, faktor utama yang menunjang adalah harga yang murah.

A.    Definisi Spreading

Pembentangan (spreading) adalah pengerjaan yang dilakukan kain  dengan cara membentangkannya, menyusun, dan menumpuk kain di atas meja  potong sesuai dengan jumlah tumpukan yang telah direncanakan sebelumnya.

Spreading dilakukan setelah pembuatan marking/pola. Kain bahan baku diangkat dan diletakkan diatas penyangga yang ada pada meja spreading, kemudian kain siap digelar. Kain digelar beberapa lapis disesuaikan dengan kebutuhan. Kain kemudian diratakan dan diatasnya diletakkan marker.

B.     Type Spreading

Spreading atau biasa yang disebut penyebaran kain untuk pemotongan dapat dilakukan dalam berbagai cara. Model Spreading ini menjelaskan cara di mana arah permukaan  kain akan berorientasi. Pemilihan model Spreading akan mempengaruhi biaya dan kualitas dari produk jadi (hasil pemotongan).

Kualitas Spreading akan dicapai jika banyak kekurangan                       dalam permukaan kain dapat teridentifikasi oleh spreader (orang yang melakukan spreading) bahkan sebelum kain yang diproses akan masuk dalam proses pemeriksaan, sehingga dapat dihapus/dihilangkan baik selama proses Spreading berlangsung  atau kekurangan kain akan ditandai untuk diproses lebih lanjut setelah Spreading selesai.

Tingkat tertinggi kualitas Spreading dapat dicapai dengan jenis Spreading, dimana proses spreading kain memungkinkan permukaan kain berada di "atas" dan terlihat penyebarannya setiap saat oleh spreader. Untuk mengetahui metode bagaimana kain bisa tersebar dengan baik, berarti harus pula memahamai alasan mengapa jenis pemilihanan jenis spreadin kain akan mempengaruhi biaya produk. Untuk mengetahui masalah tersebut, harus dapat diketahui pula  jenis metode spreading.

I.Penyebaran Face / one / Way, Nap / one / Way 

Kualitas tertinggi penyebaran dicapai dengan modus penyebaran Face / one /Way, Nap / one / Way (F / O / W, N / O / W). Setiap lapisan kain akan tersebar dengan menghadap ke atas sehingga memungkinkan spreader untuk melihat semua muka kain untuk mengidentifikasi setiap kelemahan dalam kain. Kain tersebar dalam satu arah saja, dari ujung meja ke ujung didepannya (Kanan ke Kiri dari titik mesin operator pandang).

II.            Penyebaran Face / one / Way, Nap / Up / Dow

Tingkat kedua kualitas tertinggi penyebaran dimungkinkan dengan metode  penyebaran Face / one / Way, Nap / Up / Down (F / O / W, N / U / D). Dalam  metode ini, kain ini tersebar dari awal meja hingga ke ujung meja. Pada awal meja, penyebar memotong kain pada arah lebar, dan penyebar harus memutar gulungan kain 1800 (pada bidang yang sama). Penyebar kemudian terus  menyebar kain dari awal kembali ke ujung meja di mana kain akan dipotong  dan diputar lagi. Proses ini diulang sampai semua lapisan kain yang diperlukan tersebar.

III.            Face to Face, Nap / Up / Down

Metode penyebaran ini adalah yang paling tercepat yaitu metode Face to Face, Nap / Up / Down (F/F- N / U / D). penyebaran Dimulai pada ujung meja, ke ujung  meja satunya dengan Lipatan kain bagian atas dan bagian bawah tanpa ada pemotongan hingga akhir kain, metode penyebaran ini menghasilkan biaya terendah dan paling cepat. Namun Dari setiap lapisan kain ada yang tidak terlihat spreader sehingga sprreader tidak dapat menghapus kerusakan. Sehingga metode ini memerlukan identifikasi kerusakan kain selama proses penjahitan oleh operator jahit, atau  pengawasan mutu.


Gambar 02 : Type-Type Spreading

   
    C.     Macam-macam Metode Spreading dengan Mesin.

    Berbagai mesin dapat digunakan untuk spreading kain. Dalam memilih peralatan, faktor penentu pada jenis mesin spreading ada tiga faktor. Pertama, modus spreading apa yang diperlukan dari mesin, dan kedua, yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan untuk spreading dan ketiga, bagaimana jadinya berat  gulungan kain (dan apa diameter) saat mereka tiba dari pabrik. Informasi-informasi ini harus diteliti terlebih dahulu untuk menentukan peralatan spreading kompatibel. Meskipun mesin spreading otomatis dapat menyebar kain lebih cepat, pembatasan kecepatan spreading adalah dimana dapat berjalan normal. kecuali jika tidak ada kekhawatiran  oleh spreader dalam mencari kerusakan pada kain. Baru Kemudian mesin dapat dioperasikan lebih cepat.


1-      Solid Bar 

Metode spreading kain dengan dua pekerja. Keterbatasan metode ini Tidak adanya kontrol tegangan, dan metode ini dilakukan secara teoritis, dan digunakan untuk menyebarkan kain pada setiap metode Spreading.

2-      Rack Stasioner

Pada dasarnya Mesin ini memiliki dua plakat yang dipasang pada ujung meja. Sebuah bar baja dilewatkan melalui gulungan kain, dan dua penyebar akan menarik dari awal meja, ke seluruh kain hingga akhir panjang kain. Setelah kain sejajar pada meja, penyebar bekerja dengan cara kembali ke gulungan, merapikan kain dan menyelaraskan tepi tenunan yg dianyam di sisi kontrol. Stasioner rak tidak memiliki kontrol tegangan, sehingga hal ini terserah kepada operator mesin untuk mengendurkan atau mengencangkan kain dengan ketebalan setiap lapisan kain.

3-      Drop-in Un-Winder

Ini mesin yang digunakan dengan rol yang mengelilingi gulungan kain. metode ini paling sering digunakan ketika pipa kain di gulungan kain rusak, atau terlalu kecil untuk bar baja di rak stasioner atau mesin lainnya. Modus dan tantangan metode ini mirip dengan rak stasioner.

4-      Rolling Rack

Seperti halnya semua mesin giling, seperti yang tersirat, dari gulungan kain dibawah panjang meja dengan gulungan kain dipasang di atasnya. Seperti semua mesin giling, roda pada sisi kontrol mesin secara beralur roda baja dan duduk di rel dipasang di tepi meja, metode ini memfasilitasi jalur tetap terkendali mesin dalam garis lurus ke bawah meja. Metode ini akan membutuhkan operator yang menghapus gulungan dan slip setelah proses berakhir. 

Karenna  Rolling-rak tidak memiliki kontrol tegangan, sehingga dibutuhkan spreader untuk merapikan keriput kain dan menyelaraskan kontrol tepi tenunan yg dianyam selama spreading berlangsung, spreader harus berhati-hati membuka gulungan kain sedikit demi sedikit lebih cepat didepan kecepatan mesin. Ketegangan Penyebaran metode ini hasilnya sering tidak merata.

5-      Turntabl

Metode penyebaran truntable ini menggunakan mesin yang dioperasikan secara manual. Rak Rolling Turntable tersebut secara manual didorong ke bawah meja, dan memiliki resiko ketegangan yang sama seperti rolling-rak (keteganggan kain sering tidak rata). Namun, seperti gulungan kain dipasang pada rak yang dapat dengan mudah diputar. Untuk metode ini, spreader akan memotong kain di akhir, kemudian melepaskan kunci dan memutar turntable 1800 untuk membalikkan wajah kain.

6-      Semi Automatic Rolling Rack

Mesin semi-otomatis yang dirancang dengan mata tepi sensor listrik menggunakan motor servo untuk menggeser sisi ke sisi rak guna menyelaraskan tepi tenunan yg dianyam di sisi kontrol meja. Ini menghemat waktu spreader. Selain itu, sebuah perangkat penangkap mekanik digunakan juga merupakan perangkat menghemat waktu.

7-      Rolling-Rack Otomatis

Rolling-rak otomatis memiliki motor drive dan tombol yang memungkinkan mesin untuk secara otomatis dikendalikan sendiri dari awal sampai akhir meja dan kembali lagi seperti awal semula. Fitur lain yang mirip dengan bergulir rak semi-otomatis. Mesin dapat dipasang dengan cutter end yang juga akan secara otomatis memotong kain. kemudian Spreader diperlukan untuk mencari kerusakan selama sepreading dan mengelola gulungan kain. Mesin ini juga memiliki atomasisasi on-off bagi operator untuk menyelamatkan mesin dari kinerja sepanjang hari. 

8-      Tubular Knit Fabric Spreadig

Kain rajut Tubular merupakan tantangan khusus. Dua lapisan kain yang ditempatkan pada meja dari gulungan, secara bersamaan frame dimasukkan dalam tabung kain untuk mengontrol kedua lapisan kain ketika melalui mesin. Bingkai mesin mencegah memutar atau melipat sebagai kain yang diletakkan di atas meja. Rol pakan positif mengurangi ketegangan dalam kain selama proses spreading.

A.    Pengendalian Mutu Spreading

1)      Pengendalian kerusakan mark senso

Salah satu kemajuan terbaru dalam sistem penyebaran adalah penggunaan sensor otomatis untuk mengidentifikasi kerusakan pada kain. Tape-reflektif diterapkan pada tepi tenunan yg dianyam kain selama proses pemeriksaan. Mesin menyebar kain secara otomatis dipasang dengan sensor yang mendeteksi kerusakan, saat kain melewati mata pita kontrol tepi listrik. Sensor menghentikan mesin dan memungkinkan spreader untuk mencari kerusakan dan lepaskan selama proses spreading berjalan. Teknologi ini sangat berguna terutama untuk model spreading mana spreader tidak dapat melihat wajah kain pada dari setiap lapis lainnya. Sistem ini pada dasarnya dapat menjamin kualitas spreading. Juga, sistem ini memungkinkan kecepatan penyebaran lebih tinggi karena spreaer tidak terbatas pada seberapa cepat mereka dapat menyebar dan melihat kerusakan kain pada waktu yang sama.

2)      Air Flotation Tabel

Pengendali mutu yang memiliki sistem jet udara yang dipasang di tengah-tengah meja. Air dipaksa di bawah berbaring memungkinkan untuk mengapung di atas bantalan udara seperti hovercraft. Hal ini memudahkan bergerak baik blok, atau seluruh penyebaran ke bawah meja. Ketika digunakan bersama dengan sistem potong otomatis, teknologi ini memfasilitasi penyebaran di sepanjang meja panjang, kemudian dengan mudah memindahkan seluruh penyebaran ke sistem pemotongan otomatis.

3)      Vacuum Tabel

Adalah teknologi revolusioner yang digunakan dalam hubungannya dengan mesin pemotong. Mengganti penggunaan bobot kain untuk menjaga kain di tempat during-cutting, plastik jelas tersebar di seluruh awam setelah di tempat penanda. Melalui lubang-lubang kecil di permukaan meja potong, udara disedot keluar dari awam tersebut. Ini adalah metode kompres yang menstabilkan.

4)      Hefy Roll Loader

Digunakan ketika bobot gulungan melebihi £ 200 per gulung. Mampu mengelola gulungan beratnya lebih dari 1.200 lbs, ini digunakan untuk mengangkat gulungan kain dari lantai ke mesin menyebar.

5)      Sistem Automatic Cutting Panel

Otomatis Sistem Cutting Panel digunakan untuk mode item rumah seperti taplak meja, seprai, kasur bantalan, serbet, selimut dan tirai. The Spuhl-Anderson Panel Cutter adalah salah satu sistem yang secara otomatis menarik kain dari gulungan jarak diukur tepat, kemudian memotong secara tepat dan akurat.

PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.     Perusahaan garment adalah perusahaan yang memproses bahan baku kain menjadi pakaian jadi yang hasilnya akan dijual kepada konsumen.
2.    perusahaan garment harus mempunyai 3 aset yang paling utama yaitu bahan kain yang akan dibuat menjadi pakaian, mesin jahit, dan operator mesin jahit.
3.    ndustri Garmen/konveksi dapat dikategorikan usaha menengah kecil yang merupakan industri padat karya.
4.      Pembentangan (spreading) adalah pengerjaan yang dilakukan kain  dengan cara membentangkannya, menyusun, dan menumpuk kain di atas meja  potong sesuai dengan jumlah tumpukan yang telah direncanakan sebelumnya.
5.      Secara garis besar Spreading atau biasa yang disebut penyebaran kain untuk pemotongan dapat dilakukan dengan 3 cara  Model Spreading.
6.      Macam-macam Metode Spreading dengan Mesin ada 9 cara
7.      Pengendalian mutu dalam Spreading dilakukan melalui cara manual. Semi manual dan otomatis yang keseluruhan metodenya ada 5 cara.

B.     Daftar Pustaka

1.      Khan, Cohen and Soto, The Fashion Manufacturing Process A Product Development Approach, bkahn@hvc.rr.com, 2008.
2.     Radyanto, Riza, Modul 1 – Peningkatan Produktivitas Industri Garment


Sunday, 5 May 2013

Penemuan Kebenaran Melalui Pendekatan Non Ilmiah




Ada beberapa cara dalam menemukan kebenaran melalui pendekatan non ilmiah, yaitu melalui: kebetulan, trial and error, otoritas, spekulatif, akal sehat, prasangka, dan intuisi.

1. Penemuan Kebenaran secara kebetulan

Suatu peristiwa yang tidak disengaja kadang-kadang ternyata menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia, karena sebelumnya kebenaran itu tidaklah diketahui. Sepanjang sejarah manusia, penemuan secara kebetulan itu banyak terjadi, dan banyak di antaranya yang sangat berguna. Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana, tidak pasti serta tidak melalui langkah-langkah yang sistimatik dan terkendali (terkontrol). Anda pasti pernah membaca atau mendengar, salah satu contoh penemuan secara kebetulan adalah tentang peristiwa yang dialami seorang Indian yang menderita penyakit demam dengan panas yang tinggi. Yang bersangkutan dalam keadaan tidak berdaya terjatuh pada aliran sebuah sungai kecil yang airnya kelihatan berwarna hitam. Setelah berulang kali meminum air sungai yang terasa pahit itu, ternyata secara berangsur-angsur yang bersangkutan menjadi sembuh. Kemudian diketahuilah bahwa air yang berwarna hitam itu ternyata disebabkan oleh sebatang pohon kina yang tumbang di hulu sungai sebagai sebab yang sebenarnya dari kesembuhan orang tersebut. Dari kejadian yang tidak disengaja atau kebetulan itu, akhirnya diketahuilah bahwa kina merupakan obat penyembuh demam yang disebut malaria.
Cara menemukan kebenaran seperti tersebut diatas bukanlah cara yang sebaik-baiknya, karena manusia bersifat pasif dan menunggu. Bagi ilmu, cara tersebut tidak mungkin membawa perkembangan seperti diharapkan, karena suatu kebetulan selalu berada dalam keadaan yang tidak pasti, datangnya tidak dapat diperhitungkan secara berencana dan terarah. Oleh karena itu cara ini tidak dapat diterima sebagai cara ilmiah dalam metode keilmuan untuk menggali kebenaran pengetahuan. Contoh lain, pernahkan Anda memperoleh pengalaman ketika jam beker berhenti, kemudian kita tepuk-tepuk dan ternyata jalan lagi. Contoh ini tidak bisa berlaku dalam setiap beker mati untuk bisa hidup kembali.

2. Penemuan kebenaran dengan trial and error
Mencoba sesuatu secara berulang-ulang, walaupun selalu menemukan kegagalan dan akhirnya menemukan suatu kebenaran disebut cara kerja trial and error. Dengan cara ini seseorang telah aktif melakukan usaha untuk menemukan sesuatu, meskipun sebenarnya tidak mengetahui dengan pasti tentang sesuatu yang ingin dicapainya sebagai tujuan dalam melakukan percobaan itu. Penemuan coba-coba (trial and error) diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya sesuatu kondisi tertentu atau pemecahan sesuatu masalah. Usaha coba-coba pada umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaran akan pemecahan tertentu. Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan serangkaian usaha; usaha yang berikut biasanya agak lain, yaitu lebih maju, daripada yang mendahuluinya. Penemuan secara kebetulan pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol.
Dari satu percobaan yang gagal, dilakukan lagi percobaan ulangan yang mengalami kegagalan pula. Demikian dilakukan terus percobaan demi percobaan dan kegagalan demi kegagalan, tanpa rasa putus asa sehingga akhirnya sebagai suatu surprise dari serangkaian percobaan itu ditemukan suatu kebenaran. Kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan, yang kebenarannya semula tidak diduga oleh yang bersangkutan.
Anda mungkin masih ingat salah satu contoh yang dicobakan oleh Robert Kock dengan mengasah kaca hingga terbentuk sebagai lensa, yang mampu memperbesar benda-benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, kacakaca itu diasah tanpa mengetahui tujuannya. Akhirnya ternyata lensa yang ditemukannya itu telah mendasari pembuatan mikroskop, yang pada giliran berikutnya melalui trial and error telah mengantarkan yang bersangkutan pada keberhasilan menemukan basil atau kuman penyakit Tuberculose (TBC).
Sebagaimana dikatakan di atas cara ini sudah menunjukkan adanya aktivitas manusia dalam mencari kebenaran, walaupun lebih banyak mengandung unsurunsur untung-untungan. Di samping itu cara tersebut kerap kali memerlukan waktu yang lama karena kegiatan mencoba itu tidak dapat direncanakan, tidak terarah dan tidak diketahui tujuannya. Dengan kata lain cara ini terlalu bersifat meraba-raba, tidak pasti dan tanpa pengertian yang jelas. Oleh karena itulah maka cara trial and error tidak dapat diterima sebagai metode keilmuan dalam usaha menggungkapkan kebenaran ilmu, terutama karena tidak memberikan jaminan untuk sampai pada penemuan kebenaran yang dapat mengembangkan ilmu secara sistematik.

3. Penemuan kebenaran melalui otoritas atau kewibawaan

Di dalam masyarakat, kerapkali ditemui orang-orang yang karena kedudukan
pengetahuannya sangat dihormati dan dipercayai. Orang tersebut memiliki kewibawaan yang besar di lingkungan masyarakatnya. Banyak pendapatnya yang diterima sebagai kebenaran. Kepercayaan pada pendapatnya itu tidak saja karena kedudukannya di dalam masyarakat itu, misalnya sebagai pemimpin atau pemuka adat atau ulama dan lain-lainnya, tetapi dapat juga karena keahliannya dalam bidang tertentu. Otoritas ilmiah adalah orang-orang yang biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau yang mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam sesuatu bidang yang cukup banyak. Pendapat-pendapat mereka sering diterima orang tanpa diuji, karena dipandang benar. Namun, pendapat otoritas ilmiah itu tidak selamanya benar. Ada kalanya, atau bahkan sering, pendapat mereka itu kemudian ternyata tidak benar, karena pendapat tersebut tidak diasalkan dari penelitian, melinkan hanya didasarkan atas pemikiran logis.
Kiranya jelas, bahwa pendapat-pendapat sebagai hasil pemikiran yang demikian itu akan benar kalau premise-premisenya benar. Kembali ke masa lampau, Anda pasti mengenal teori evolusi dari Darwin, yang selama ini diakui kebenarannya oleh banyak orang, tiada lain arena yang bersangkutan dipandang ahli dibidangnya sehingga mampu meyakinkan tentang kebenaran teorinya walaupun tidak bertolak dari pembuktian ilmiah melalui fakta fakta pengalaman. Di samping itu banyak tokoh-tokoh sejarah yang karena memiliki otoritas atau kewibawaan di lingkungan masyarakatnya, berbagai pendapat yang dikemukakannya dipandang sebagai kebenaran, walaupun berlakunya terbatas selama jangka waktu tertentu. Misalnya Hitler dengan teorinya tentang ras Asia sebagai ras yang terbaik di dunia. Sukarno sebagai presiden di zamannya dengan berbagai teorinya mengenai politik, kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lainnya. Pendapat-pendapat seperti itu kerapkali berguna juga, terutama dalam merangsang dan memberi landasan bagi usaha penemuan-penemuan baru di kalangan orang-orang yang menyangsikannya. Akan tetapi cara inipun tidak dapat diterima sebagai cara ilmiah dalam metode keilmuan karena lebih banyak diwarnai oleh subjektivitas dari orang yang mengemukakan pendapat tersebut.

4. Penemuan Kebenaran secara spekulatif

Cara ini mengandung kesamaan dengan cara trial and error karena mengandung unsur untung-untungan dalam mencari kebenaran. Oleh karena itu cara ini dapat dikatagorikan sebagai trial and error yang teratur dan terarah. Dalam prakteknya seseorang telah memulai dengan menyadari masalah yang dihadapinya, dan mencoba meramalkan berbagai kemungkinan atau alternatif pemecahannya. Kemudian tanpa meyakini betul-betul tentang ketepatan salah satu alternatif yang dipilihnya ternyata dicapai suatu hasil yang memuaskan sebagai suatu kebenaran. Dengan kata lain yang bersangkutan memilih salah satu dari beberapa kemungkinan pemecahan masalah itu, walaupun tanpa meyakini bahwa pilihannya itu sebagai cara yang setepat-tepatnya. Cara spekulatif seperti itu tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Dalam hubungan ini sering ditemui orang yang pandangan atau intuisinya tajam, yang memungkinkan penggunaan cara spekulatif dalam menanam sejenis tanaman di tanah gambut. Dari penanaman yang cukup banyak untuk jangka waktu tertentu, ternyata dihasilkannya suatu kebenaran bahwa jenis tanaman tersebut dapat tumbuh subur di atas tanah gambut atau sebaliknya.
Di atas telah dikemukakan bahwa cara ini mengandung unsur untung-untungan yang sangat dominan, sehingga tidak efektif untuk dipergunakan dalam mengungkapkan kebenaran ilmiah. Unsur untung-untungan itu mengakibatkan cara menemukan kebenaran lebih bersifat meraba-raba, sehingga kemungkinan gagal lebih besar daripada keberhasilan menemukan kebenaran sebagaimana diharapkan. Salah satu contoh dari untung-untungan adalah ketika pemerintah menyediakan proyek penanaman tahan gambut untuk ditanami dengan pohon yang produktif. Setelah diolah ternyata mengalami kegagalan, karena masih memerlukan teknologi yang lebih canggih untuk pengolahan tanahnya. Contoh lain, bagi Anda yang hidupnya dalam lingkungan pertanian pernah mengenal ubi Cilembu yang terkenal karena manisnya. Ada beberapa petani yang mencoba menanam ubi Cilembu diluar daerah Sumedang dengan harapan bisa menghasilkan ubi yang manis, akan tetapi setelah panen ternyata hasilnya tidak sama dengan yang aslinya.

5. Akal Sehat

Akal sehat dan ilmu adalah dua hal yang berbeda sekalipun dalam batas tertentu keduanya mengandung persamaan. Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973:3) akal sehat adalah serangkaian konsep (concepts) dan bagan konseptual (conceptual schemes) yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep adalah kata-kata yang menyatakan abstraksi yang digeneralisasikan dari hal-hal yang khusus. Bagan konsep adalah seperangkat konsep yang dirangkaikan dengan dalil-dalil hipotesis dan teoritis. Walaupun akal sehat yang berupa konsep dan bagan konsep itu dapat menunjukkan hal yang benar, namun dapat pula menyesatkan. Sebagai tenaga pendidik, Anda pernah melihat, mendengar atau mengalami tentang hukuman dan ganjaran dalam pendidikan. Pada abad ke-19 menurut akal sehat yang diyakini oleh banyak pendidik, hukuman adalah alat utama dalam pendidikan. Penemuan ilmiah ternyata membantah kebenaran akal sehat tersebut. Hasil-hasil penelitian dalam bidang psikologi dan pendidikan menunjukkan bahwa bukan hukuman yang merupakan alat utama dalam pendidikan, melainkan ganjaran. Melalui hukuman dapat berdampak rasa tertekan pada anak, sedangkan dengan ganjaran dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, sehingga potensi anak dapat berkembang lebih baik.

6. Prasangka

Pencapaian pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Hal yang demikian itu menyebabkan akal sehat mudah beralih menjadi prasangka. Dengan akal sehat, orang cenderung mempersempit pengamatannya karena diwarnai oleh pengamatannya itu, dan cenderung mengkambing-hitamkan orang lain atau menyokong sesuatu pendapat . Orang sering tidak mengendalikan keadaan yang juga dapat terjadi pada keadaan lain. Orang sering cenderung melihat hubungan antar dua hal sebagai hubungan sebabakibat yang langsung dan sederhana, padahal sesungguhnya gejala yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. Dengan akal sehat orang cenderung kearah pembuatan generalisasi yang terlalu luas, kemudian merupakan prasangka.

7. Pendekatan Intuitif

Dalam pendekatan intuitif orang menentukan “pendapat” mengenai sesuatu berdasar atas “pengetahuan” yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak difikirkan lebih dahulu. Dengan intuisi, orang memberikan penilaian tanpa didahului sesuatu renungan. Pencapaian pengetahuan yang demikian itu sukar dipercaya. Di sini tidak terdapat langkahlangkah yang sistematik dan terkendali. Metode yang demikian itu biasa disebut metode a-priori. Dalil-dalil seseorang yang a-priori cocok dengan penalaran, belum tentu cocok dengan pengalaman atau data empiris. Anda mungkin sempat menyaksikan televisi tentang jatuhnya benda angkasa yang menghantam beberapa rumah sampai hancur. Dengan jatuhnya benda angkasa tersebut Anda langsung percaya bahwa di atas bumi ada berbagai benda yang satu waktu bisa turun ke bumi.

Sumber; Catatan Sekolah